Hidupku bak perahu berlabuh, akan kupersiapkan bahan bakarnya menuju perjalanan abadi yang t’lah menanti. Hidupku t’lah kugadaikan kepada Sang Kekasih. Tiada yang kudamba dan Kucinta selain Allah Azza Wa Jalla. Kan Kunanti janji-Mu dan tak pernah kuingkari janjiku. Insya’Allah
*********************
Bencana dan musibah tidak akan pernah luput, namun semua ada masanya dan setiap masa cobaan itu pasti ada habisnya.
Betapapun bertumpang tindihnya hambatan yang menimpamu, bersabarlah dan berpeganglah kepada Allah Yang Maha Esa dan Pemberi Rezki.
Manakala rasa putus asa mendekatkan langkahnya kepadamu, berpalinglah kamu darinya, jangan biarkan dirimu putus harapan dari rahmat Allah.
Betapapun remuk redamnya jiwamu karena kesengsaraan jangan kau pedulikan ia karena setiap orang pasti mengalaminya.
Betapapun rasa kegundahan mencekam dirimu, buyarkanlah ia dengan banyak istigfar dan menyebut Allah Yang Hidup lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.
Betapapun beratnya cobaan yang menimpa dirimu, ketahuilah bahwa dibalik itu terkandung hikmah yang diketahui oleh Yang Maha Agung lagi Maha Kuasa.
Kala semua jalan terasa buntu dan setiap pintu terkunci rapat, bergegaslah menuju Rabbmu, tancapkan ketabahan dalam jiwa, berdoa dan shalatlah, karena semua itu adalah pintu menuju kemudahan.
Karena tiada yang mustahil di hadapan Allah dan Kuasa-Nya, apabila menghendaki sesuatu, Dia hanya berfirman kepadanya,”Jadilah!” maka terjadilah apa yang dikehendaki-Nya.
Terukir sebagai refleksi diri atas masa lalu, masa kini dan masa depan